Jumat, 17 September 2010

Bantuan Customer Service

Seperti tulisanku sebelumnya, aku tetap masih menunjukkan ekspresi berterima kasih campur skeptis bahwa setelah diabaikanpun SMS tagihan kartu kredit ini tak berarti lalu masalah selesai -- dalam hal ini aku tak akan lagi menerima informasi tagihan kartu kredit yang aku tak punya -- begitu saja.

Mungkin melihat keraguanku, Ibu Heni menawarkan membuatkan laporan tertulis tentang apa yang kujadikan keluhan resmi ke pihak yang berwenang. Tujuan dari pembuatan laporan tertulis ini selain SOP mereka juga dapat menjadi bukti yang kupegang bahwa aku pernah melaporkan keluhan soal SMS tagihan dari sistem mereka.

Tentu saja aku menerima tawaran ini karena laporan via telepon sebelumnya tetap saja membuatku tak tenang karena tak memiliki arsip tertulis soal laporan keluhanku.

Dengan mengisi secara manual sebuah formulir laporan yang lalu oleh Ibu Heni pindahkan ke formulir hasil ketikan komputer, maka aku bisa lebih tenang. Aku sekarang memilki dua lembar formulir laporan hal yang sama: yang satu adalah carbon copy yang dituliskan dengan tangan.

Saran Ibu Heni adalah abaikan saja SMS tersebut. Bila sampai nanti bulan Oktober (atau masih bulan September ini juga) masih ada pesan singkat dari SMSMandiri masuk ke dalam perangkat selularku, maka aku sebaiknya datang lagi melaporkan hal yang sama sambil menunjukkan bukti tertulis bahwa aku sudah pernah menyampaikan keluhan yang sama sebelumnya.

Terdengar seperti ide yang bagus. Aku berterima kasih pada Ibu Heni sambil berharap aku tak perlu mengulangi laporan seperti ini lagi -- yang akan merepotkan dan menyulitkanku -- mengingat betapa cemasnya aku selama berhari-hari sebelum mendapatkan penjelasan seperti ini.

Sekarang, untuk sekarang ini, aku bisa bernapas lega.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar