Jumat, 24 September 2010

Gangguan Lagi dari MandiriVisa

Pengirim:
MandiriVisa

Waktu Kirim Pesan:
24-09-2010 14.49

Isi Pesan:
Kini belanja elektronik di Hypermart semakin murah, dptkan Disc sd 30%& tambahan Disc 10% dg mandiri power buy 12bln 0%,24-26Sept10. Hubungi 14000


Apalagi ini? Kenapa masih dikirim pesan singkat dari MandiriVisa setelah sempat beberapa lama tak ada SMS yang masuk? Apakah ini artinya laporan keluhanku ke Call Mandiri dan langsung ke customer service representative di kantor cabangnya itu tak ada artinya?

Apa yang dapat kulakukan sebagai seorang nasabah biasa dari Bank Mandiri yang tak pernah mengajukan aplikasi kartu kredit maupun mendaftarkan nomor selulerku ini untuk SMS Banking atau layanan elektronik apapun? Harus ke mana aku menyampaikan keluhan ini?

Jumat, 17 September 2010

Bantuan Customer Service

Seperti tulisanku sebelumnya, aku tetap masih menunjukkan ekspresi berterima kasih campur skeptis bahwa setelah diabaikanpun SMS tagihan kartu kredit ini tak berarti lalu masalah selesai -- dalam hal ini aku tak akan lagi menerima informasi tagihan kartu kredit yang aku tak punya -- begitu saja.

Mungkin melihat keraguanku, Ibu Heni menawarkan membuatkan laporan tertulis tentang apa yang kujadikan keluhan resmi ke pihak yang berwenang. Tujuan dari pembuatan laporan tertulis ini selain SOP mereka juga dapat menjadi bukti yang kupegang bahwa aku pernah melaporkan keluhan soal SMS tagihan dari sistem mereka.

Tentu saja aku menerima tawaran ini karena laporan via telepon sebelumnya tetap saja membuatku tak tenang karena tak memiliki arsip tertulis soal laporan keluhanku.

Dengan mengisi secara manual sebuah formulir laporan yang lalu oleh Ibu Heni pindahkan ke formulir hasil ketikan komputer, maka aku bisa lebih tenang. Aku sekarang memilki dua lembar formulir laporan hal yang sama: yang satu adalah carbon copy yang dituliskan dengan tangan.

Saran Ibu Heni adalah abaikan saja SMS tersebut. Bila sampai nanti bulan Oktober (atau masih bulan September ini juga) masih ada pesan singkat dari SMSMandiri masuk ke dalam perangkat selularku, maka aku sebaiknya datang lagi melaporkan hal yang sama sambil menunjukkan bukti tertulis bahwa aku sudah pernah menyampaikan keluhan yang sama sebelumnya.

Terdengar seperti ide yang bagus. Aku berterima kasih pada Ibu Heni sambil berharap aku tak perlu mengulangi laporan seperti ini lagi -- yang akan merepotkan dan menyulitkanku -- mengingat betapa cemasnya aku selama berhari-hari sebelum mendapatkan penjelasan seperti ini.

Sekarang, untuk sekarang ini, aku bisa bernapas lega.

Melaporkan Langsung Ke CS

Seperti saran teman-teman, aku berniat mendatangi langsung cabang Bank Mandiri terdekat. Sayangnya sejak Senin, Selasa , dan Rabu, aku  sangat sibuk sehingga tak sempat mengurus ini.

Akhirnya pada hari Kamis aku mendatangi kantor cabang Bank Mandiri terdekat dan bertemu dengan CS Officer bernama Ibu Heni S.

Dengan sangat membantu, Ibu Heni mencoba melakukan pengecekan di database komputernya dengan meminjam KTP dan buku rekening tabunganku. Hasilnya negatif. Namaku tak pernah tercatat dalam sistem MandiriSMS mereka. Aku akui bahwa nomor selulerku yang mendapatkan pesan singkat itu tak pernah kudaftarkan untuk layanan MandiriSMS.

Bahkan kutambahkan kalau aku memang tak pernah mendaftar ke MandiriSMS. Pengecekan singkat dari terminal komputer Ibu Heni mengkonfirmasikan pernyataanku ini.

Tetapi tak puas dengan itu, Ibu Heni lalu mencoba menghubungi bagian kartu kredit Bank Mandiri dan tersambung dengan Ibu Keyla(?). Sekali lagi data nama dan tanggal lahirku disebutkan sebagai keyword untuk pencarian di database. Tebak apa hasilnya?

Nol.

Nama dan tanggal lahirku bahkan tak pernah terdaftar mengajukan aplikasi kartu kredit MandiriVisa atau kartu kredit apapun dari Bank Mandiri. Nama dan tanggal lahirku tak terdaftar sedang menjadi pelanggan kartu kredit apapun dari Bank Mandiri.

Setelah usaha ini, ada satu hal yang bisa disimpulkan: kemungkinan sistem pengiriman otomatis SMS tersebut mengalami sesuatu gangguan (aku cenderung berpendapat ada kesalahan data entry dari operator data input mereka) sehingga hal yang menyebalkan ini bisa terjadi.

Saran dari Ibu Heni?
Abaikan saja SMS ini.

Selasa, 14 September 2010

Update Baru

Ya memang sudah ada beberapa hal baru yang perlu ditambahkan di sini tetapi memang belum sempat kutuliskan dalam deskripsi rinci yang tetap gampang dipahami.

Akan secepatnya dilakukan.

Minggu, 05 September 2010

Tindakan Berjaga-jaga

Tentu saja setelah melakukan telepon ke +62 21 5299 7777 seperti yang kuceritakan pada posting sebelumnya, aku tetap berniat mengunjungi salah satu cabang Bank Mandiri terdekat untuk menanyakan sekali lagi. Hanya untuk berjaga-jaga sekaligus follow up telepon yang kulakukan hari ini.

 You can never trust a corporate completely, right?

Dan semakin besar sebuah perusahaan, seharusnya semakin berhati-hati pula kita menghadapinya. Bukan berarti tak percaya, hanya sedikit rasa skeptis yang sehat dan kewaspadaan itu perlu.

Menghubungi Call Center (Atau Apapun Sebutannya)

Jadi inilah yang aku lakukan:

1. Aku menghubungi nomor call center yang diberitahukan seorang teman yang memang sama dengan yang ada di website perusahaan mereka, yaitu +62 21 5299 7777. Panggilan dilakukan pada hari Minggu, 5 September 2010 sekitar pukul 09:52 WIB.
2. Setelah memilih menu bahasa yang dipergunakan, tentu saja aku memilih opsi nomor 3, yaitu soal kartu kredit.
3. Dibiarkan menunggu beberapa lama diiringi musik dan disela kalimat, " Maaf, seluruh staf kami masih sibuk. Silahkan menunggu." sampai merasa jengkel dan hampir saja memutuskan sambungan.
4. Akhirnya aku tersambung dengan seorang wanita yang mengaku bernama Dinda yang menanyakan nama lengkap dan tanggal lahirku.
5. Informasi dari Dinda adalah tak ada nama dan tanggal lahir seperti yang kusebutkan pernah terdaftar melakukan aplikasi kartu kredit. Phew, aku mulai sedikit bisa bernapas lega. Tetapi tentu saja aku ingin lebih memastikan lagi.
6. Kutanyakan dan dijawab oleh Dinda bahwa aku tak bisa mengecek apakah ada yang pernah memakai nomor pasca bayarku untuk mendaftarkan aplikasi kartu kredit Bank Mandiri.
7. Dinda menanyakan apakah aku seorang nasabah Bank Mandiri, yang kuiyakan.
8. Ketika kutanyakan lebih lanjut maka Dinda menawarkan menyambungkan ke Bagian Perbankan. Ternyata setelah menunggu beberapa lama, lagi-lagi suara Dinda yang menjawab dan menyatakan bahwa bahkan nama dan tanggal lahirku juga tak tercatat sebagai seorang nasabah Bank Mandiri.
9. Tentu saja keterangan ini mengagetkanku. Aku bahkan sudah menjadi nasabah Bank Mandiri sejak hari pertama bank itu berdiri! Sampai sekarangpun rekeningku masih aktif. Aku yakin dengan hal ini.
10. Ketika nomor KTP-ku ditanyakan oleh Dinda dan dicek ke database nasabah, sekali lagi dikatakan bahwa nomor KTP tersebut tak pernah terdaftar di Bank Mandiri.

Pada tahap ini aku sudah mulai gelisah dan khawatir. Bagaimana mungkin aku dinyatakan bukan nasabah Bank Mandiri? Aku bahkan punya buku tabungan untuk membuktikan hal sebaliknya!

Akhirnya Dinda mengatakan bahwa laporanku telah dimasukkan ke bagian investigasi dan aku diminta menghubungi lagi dalam 3 (tiga) hari kerja. Itu berarti sekitar hari Rabu tanggal 8 September 2010. Tentu Dinda menyebutkan agar menghubungi pada hari Kamis, sebagai alasan berjaga-jaga, just in case bagian internal mereka tak bisa menyelesaikan dalam tiga hari (mungkin)?

Kunjugan ke Website Bank Mandiri Visa

Okay, kunjungan ke link "Kontak" dengan meng-klik, dari MandiriVisa cuma menampilkan informasi logo Bank Mandiri dan informasi singkat:


Bank Mandiri Consumer Cards Group
Plaza Bapindo Mandiri Tower lantai 11
Jl. Jendral Sudirman Kav. 54 - 55
Jakarta 12190
Telepon. (021) 5266560 Fax. (021) 5267370



Apakah maksudnya consumer cards group sama dengan tempat mengeluhkan hal yang hendak kukeluhkan? Harus kucari tahu.

Keanehan Itu Terjawab Sudah

Sebenarnya dalam beberapa bulan terakhir ini aku berkali-kali mendapatkan SMS dari MandiriVisa tentang berbagai macam promosi. Selalu saja kuabaikan karena aku tak merasa pernah menjadi customer dari produk MandiriVisa Bank Mandiri.

Pagi ini, Minggu, 5 September 2010, aku mendapat SMS dari MandiriCard pada pukul 08.07 WIB yang berisi:
Yth Bpk/Ibu, tagihan Visa Mandiri Anda Agustus 2010 Rp. 767,390 min. pembayaran Rp76,740 jth tempo 11/09/2010. Jika Anda sdh membayar abaikan sms ini

Sebagai seseorang yang seumur hidup tak pernah berusaha mengaplikasi kartu kredit ke Bank Mandiri, tentu saja hal ini sangat mengejutkanku! Tagihan apa?!?

Yang sekarang aku lakukan adalah mengecek website Bank Mandiri Visa untuk mencari tahu cara melaporkan keluhan ini.