Kamis, 06 Oktober 2011

Ternyata...

Jadi beberapa waktu yang lalu seorang wanita yang mengaku dari Bank Mandiri (yang kuragukan kebenarannya) menelepon nomor selulerku dan mencari Bapak Emirhadi Suganda dan tentu saja aku berusaha meluruskan kesalahpahaman ini. Aku menerangkan kepada perempuan itu bahwa aku sudah punya nomor yang dia hubungi itu selama sekitar dua tahun. Dengan demikian aku berharap bahwa kesalahpahaman ini bisa diuraikan dan diselesaikan.

Suatu harapan yang naif, mengingat kesalahan seperti ini sudah kujelaskan pada tulisan sebelumnya. Ternyata kemudian wanita ini menyebutkan bahwa nomor selulerku telah terdaftar di sistem database Bank Mandiri sebagai milik Bapak Emir ini sejak... 2003!

Sial!

Apakah ini berarti aku dapat nomor bekas dari operator telekomunikasi?

Memang aku tahu bahwa dari deretan angka pada nomor seluler yang kudapat, berarti ini nomor lama yang mungkin diberikan/ditawarkan lagi kepada (calon) konsumen operator telekomunikasi itu. Hanya saja aku yang memilih nomor yang ternyata pemilik lamanya sekarang mengemplang tagihan kartu kredit sampai-sampai MandiriVisa mengirim pesan singkat berkali-kali mengingatkan agar Bapak Emirhadi Suganda segera membayar tagihan kartu kreditnya.

Bahkan, sampai menelepon pula mengingatkan agar membayar tagihan kartu kredit yang telah lewat deadline-nya.

Kealpaan meng-update data pribadi seperti ini membuat hidupku berkali-kali terganggu. Aku butuh solusi. Tapi apa ya?